Reog Ponorogo
Oleh:Puput natalia/17
Reog adalah salah satu seni budaya
yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal reog sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukan. Reog adalah salah satu budaya daerah di indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Ada lima versi cerita yang berkembang
di masyarakat tentang asal-usul reog dan warok, salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi,Raja Majapahit terakir yang berkuasa pada abad-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri Raja Majapahit yang berasal dari Tiongkok, ia juga mutka terhadap rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia melihat bahwa kerjaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan Kerajaan Majapahit dan mendirikan perguruan seni bela diri, ilmu kekebalan diri, ilmu kesempurnaan yang diajarkan terhadap anak-anak muda agar menjadi bibit pendiri Kerajaan Majapahit,tapi ia sadar bahwa pasukan nya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni reog
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo
adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar Putri Kediri , Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan di cegat oleh Raja Singabarong dari Kediri.
Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa,sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo, Raja kelono dan wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok(pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya)dan warok ini memiliki ilmu mematikan . Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo,dengan mengadu ilmu hitam antar keduanya ,para penari dalam keadaan kerasukan saat mementaskan tariannya.
Reog Ponorogo terdiri dari beberapa
rangkain 2 sampai 3 tarian pembuka.tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam,dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa pemberani.lalu tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Tarian pembuka lainnya bisanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawa adegan lucu yang disebut Bujang Ganong/Ganongan. Tarian inti tergantung reog dalam acara apa, jika dalam upacara pernikahan biasanya yang di tampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan atau sunatan biasanya yang ditampilkan adegan pendekar. Tarian penutup adalah singa barong dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng dari bulu burung merak mencapai 50-60 kg.Topeng berat ini dibawa penari dengan gigi.
Hingga saat ini masyarakat Ponorogo
hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang kaya dan tetap bisa dilestarikan oleh anak- anak muda indonesia sebagai salah satu wariasan budaya indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar